Showing posts with label KAK. Show all posts
Showing posts with label KAK. Show all posts

Friday, 4 January 2013

Kasus korupsi Emilia Pires, Direktur KAK diuji keberanian nya.


By : Tama laka Aquita

Setelah koram mingguan temposemanal mempublikasikan kasus korupsi yang terjadi kementerian keuangan-yang pelakunya adalah menteri keuangan sendiri, namun hingga saat ini menteri keuangan Emilia Pirez diam seribu bahasa.     Modus korupsi tidak berbeda dengan menteri kehakiman pemerintahan AMP 5 tahun lalu, yaitu memberikan kepada suami mereka proyek jutaan yang secara terang-terangan menyalahi aturan hukum yang berlaku.

Setelah hampiri 4 tahun, akhirnya pengadilan tinggi menjatuhi hukum 5 tahun enam bulam kepada Lucia Lobato bersama direktur umum kementerian kehakiman, dengan masing-masing harus membayar uang denda  4 ribuh dolar kepada negara oleh Lucia Lobato dan 52, 700 dari Direktur Umum kementerian kehakiman.

Sebagai masyarakat awam kita semua berharap bahwa ini adalah awal dari pemberantasan korupsi di negara kita, harapan kita semua kasus korupsi yang saat telah terdaftar akan diselesaikan sesuai dengan harapan rakyat banyak bahwa siapa yang mencuri duit negara dia akan berhadapan hukum yang berlaku.

Emilia Pirez yang selama ini diam seribu bahasa itu menunjukkan isyarat bahwa menteri keuangan tersebut betul-betul tahu bahwa perusahan suplayer tersebut pemiliknya adalah suaminya sendiri. Dan alegasi tersebut tetap pada sasarannya. Untuk itu Komisi Anti Korupsi dapat memulai proces investigasi terhadap Emilia pirez.

Seharusnya Perdana Menteri sudah dapat mengambil suatu tindakkan menonaktifkan Emilia Pires dari jabatannya sebagai menteri karena informasi yang dipublikasikan oleh surat kabar mingguan temposemanal itu merupakan dokumen-dokumen yang menjadi bukti yang akurat.

Kalau perdana menteri ingin betul-betul suatu pemerintahan yang bersih, maka mulai sekarang harus melakukan "sapu rata" mulai dari pegawi biasa, direktur, sekretaris negara sampai menteri-menteri. Karena periode ini bisa dikatakan sebagai periode transisional kepemimpinan generasi tua kepada generasi baru.



 Sekarang adalah saat yang tepat bagi para pemimpin generasi tua untuk mengambil langkah-langkah yang tetap untuk memperbaiki sistem yang atau membiarkan sistem yang sekarang telah menjadi biang dari persoalan kemiskinan dan pengangguran. Karena segala tindakan yang diambil sekarang akan menjadi contoh yang baik bagi kepemimpinan generasi baru dimasa yang akan datang.

Untuk membasmi korupsi hanya ada satu jalan yaitu mendirikan suatu sistema baik, untuk mendirikan sebuah sistem politik yang baik dan sustantabel membutuhkan pemimpin yang berani mengambil langkah-langkah yang kongkrit terhadap penyelasain setiap persoalan yang dihadapi oleh bangsa.

Jadi pemberantasan korupsi bukan hanya dengan memenjarakan orang kasus tersebut telah selesai. pemberantasan korupsi itu harus dilihat dari berbagai segi kehidupan politik terutama sistem politik yang ada. Oleh karena itu menurut penulis pemberantasan korupsi tergantu pada etikad baik seorang pemimpin untuk berani bertindak dengan berani dan jujur dan mau melakukan perombakan dalam sistem politik yang ada.

Dengan putusan pengadilan tinggi yang menjatuhi hukuman 5, 6 tahun penjara terhadap menteri kehakiman dan direktur nya, membuka expektatif baru   bahwa Perdana Menteri Timor-Leste memiliki keberanian untuk memberantas korupsi, dan menginginkan suatu pemerintahan yang bersih dan penuh pertanggungjawaban. artinya segala tindakan setiap direktur, sekretaris negara dan para menteri-menteri harus betul-betul berpihak pada kesejahteraan rakyat.  Hukum tidak mengenal siapapun dia. Siapa saja yang berani mencuri uang rakyat akan berada di penjara.

Dalam setiap wawancara dengan media masa bilau selalu mengatakan bahwa dirinya pun siap dihadapkan ke pengadilan dan dihukum jika dia melakukan korupsi. Keberanian seorang pendiri bangsa ini merupakan contoh yang baik bagi generasi muda untuk mengikuti jejak tersebut. Keberanian tersebut harus pula menjadi motivasi bagi Komisi Anti Korupsi untuk bekerja.

Dengan beberapa document yang diterbit koram temposemanal  dan seruan investigasi  baik dari oposisi, civil sociaty maupun dari kalangan mahasiswa dan kalangan masyarakat luas  mendesak agar Emilia Pires di non aktifkan dari jabatannya, semua ini merupakan suatu dukungan  terhadap KAK untuk memulai proses investigasi.

Jika tidak terjadi intervensi politik dan jika KAK bukanlah KAWAN AMANKAN KAWAN maka terhadap semua kasus korupsi yang terjadi maka kepastian hukum bagi rakyat kecil dapat diyakinkan. Dan hal ini menunjukan bahwa dimata hukum tidak seorang yang memiliki kekebabalan hukum. Korupsi adalah korupsi. Hukuman lima tahun penjara itu tidak cukup minimum 10 tahun itu baru mematikan virus korupsi tersebut.

Untuk mempercepat proces invetigasi terhadap kasus Emilia Pirez Mahasiswa seharusnya bukan hanya memberikan komentarnya melalui koran dan radio, akan  tetapi mahasiswa juga dapat mendesak dengan aksi damai melalui gerakan moral di kampus-kampus. Karena setiap kasus korupsi yang terjadi dalam satu negara itu menghancurkan dan mematikan masa depan sebagian generasi muda. Mahasiswa harus berani, berani sebagai penyambung lidah rakyat dan berani  menuntut di non aktifkan Menteri keuangan tersebut  dari pemerintahan dan menuntut institusi terkait seperti Procuderia Geral dan KAK untuk memulai proces investigasi terhadap Emilia Pirez.



Friday, 14 December 2012

Rehabilitasaun Sintina Iha Gabinete PM Deskonfia Hasai Osan Boot


Tempo Semanal - Dili, 14/12/2012

ORSAMENTU- ne’ebe hasai husi governu atu hala’o rehabilitasaun ba sintina   iha edifisiu palasiu governu gabinete Primeiru  Ministru (PM ) deskonfia iha manipulasaun ba projetu refere Tribunal Distrital  Dili (TDD) bolu testamunha nain tolu hodi hato’o sira nia deklarasaun iha TDD.

Tuir sasin Jose de Carvalho hatoo deklarasaun ba iha tribunal katak, tempu ne’eba nia hanesan funsionariu publiku  iha gabinete PM hahu husi 2008 – 2011servisu hanesan asesor ba tekniku komunikasaun sosial rona informsaun husi Xisto kona ba kaza de banho no orador ne’ebe hala’o rehabilitasaun iha palasiu governu.
“Hau hare duni sasan ou material ne’ebe mai tau iha ne’eba atu halo kaza de banho boot rua ho kiik rua no orador” deklara Jose iha tribunal.

Eis Asesor PM hateten, tuir informasaun ne’ebe nia rona katak,  orsamentu ne’ebe hasai husi governu ba projetu ho motante osan 19 mil ital. Maibe, iha palasiu governu sedauk hare ke posu foun  iha ne’eba,  mais hadia deit posu tuan sira uluk nian. “Kona ba orsamentu, hau so hatene 3 mil. Mais atu liu husi 3 mil ne’e hau la hatene.  Maibe Adriano mak hatene” dehan Jose.  

Deklaraun ne’ebe hato husi testamunha Jose ba iha TDD  deferensia ho deklasaun ne’ebe Jose hato iha KAK. Ne’e duni, husi parte defeza husu ba tribunal no MP  atu bele hola medidas kona ba deklarasaun rua ne’ebe kontrariu iha KAK ho tribunal la hanesan.

Tanba Jose fo ninia deklasaun ba KAK katak, la iha BOQ ho dezenho iha tribunal deklara nia (Jose) la hatene.  Jose deklara katak, deklarasaun ne’ebe nia fo ba iha KAK la loos. Maibe ,  deklasaun ne’ebe hatoo ba iha tribunal mak loos duni.

Nune’e mos Sasin Basilio Lopes deklara iha tribunal katak, dezde nia hahu servisu iha gabinete PM  fulan Outubru 2008  projetu ba kaza de banho ho orador komesa lao ona.

“Maibe, Xisto fo fali dokumentus  ba hau,  hafoin hau hatene no hau hare iha dokumentus laran  Adriano mak bolu kompania Serafits mai kaer projetu halao servisu kona ba orador no kaza de banho. Mais tuir hau nia hare la kee tok posu foun iha ne’eba, se mak dehan,  kee posu foun iha ne’eba entaun ne’e bosok”tenik Basilio iha tribunal.

Fati hanesan testamunha  Martinho Gonsalves nudar sekaun finansas   hateten, Kaza de banho ho orador ne’ebe mak iha palasiu governu,“hau foin mak tama servisu hamtuk duni ho Adriano.  Maibe kona ba prosesu ne’e,  hau la hatene ida. Tuir buat ne’ebe hau nia hare atu ke’e fali posu foun ruma iha ne’eba hau la hare ida” hakotu Martinho. (**)

Sunday, 28 March 2010

Pakote Referendum Timor-Leste: Exclusive Major Government Document Leak

In a major leak of Government documents Tempo Semanal can now reveal the details of over $31,140,000 million USD of Pakote Referendum funds covering 704 projects in 11 Districts across Timor-Leste.

Tempo Semanal was not able to obtain relevant documents for Ainaro and Aileu Districts.  But Tempo Semanal can reveal the details of 
  1. Baucau
  2. Bobonaro
  3. Viqueque
  4. Oecusse
  5. Manufahi
  6. Manatuto
  7. Liquica
  8. Dili
  9. Ermera
  10. Lautem 
  11. Cova Lima
All above linked to pdf files of orginals

In August 2009 the Government of Timor-Leste announced that it would create the Referendum Package (or Pakote Referendum) to be funded from Ministry of Infrastructure budget.  The initiative was designed to procure public works projects on a massive scale in an extra budgetary method not approved by the National Parliament, going around the Finance Ministry in a "direct procurement" method executed by political allies of the Government of Timor-Leste. There have been many allegations that the project funds have been manipulated, not implemented, or implement far below standard.

Shortly after announcing the Pakote Referendum approximately 75 million USD - nearly 12% of the national budget in 2009 was transferred into the bank accounts of "AECCOP".  Headed by the Julio Alvaro (godfather of one of Prime Minister Xanana's children and President of the Forum Empresario de Timor-Leste)  AECCOP is the the structure set up to 1)  select which companies would be awarded contracts under this new scheme and 2) oversee its execution across the country with both a National and 13 District structures.

All projects signed off on 24 September iha tinan 2009.  Julio Alvaro mak assina sira hotu with Domingos Caeiro, Secretary of State Obras Publicas, Jose Manuel Carrascalao Vice Ministru Infra Estruturas, Pedro Lay Ministru Infra Estruturas.



This new scheme appears to operated outside of the procurement laws which govern how public money is supposed to be spent in Timor-Leste.  The Parliamentary Opposition and many in civil society have alleged wholescale corruption.

Once again it would appear that the World Bank Public Financial Management Capacity Building (PFCBP) is either entirely toothless in executing its tasks in achieving good financial management in Timor-Leste, or is possibly complicit as the Worldbank has not spoken out about the issue. Jeffrey Sachs Former Worldbank official and now senior Economic Adviser to the UN Secretary General will be in Dili in two weeks.  Will he comment on the matter?

Tempo Semanal will let readers including Aderito de Jesus Soares of the new Anti Corruption Commission (KAK) view the documents for themselves so make their own conclusions. 


Baucau District Pakote Projects - $2,280,000





Bobonaro Pakote Projects $3,463,000


 Cova Lima Pakote Projects $3,226,000


Dili Pakote Projects $6,690,000


Ermera Pakote $1,780,000


Lautem Pakote Projetu $2,180,000

Liquica Pakote Projetu $1,413,000


Manatuto Pakote Projetu $2,365,000


Manufahu Pakote Projetu $2,384,000


Oecusse Pakote Projetu $2,413,000


Viqueque Pakote Projetu $2,946,000


Thursday, 25 February 2010

Komisariu Anti Korrupsaun (KAK)

Iha 22/02/10 komisariu kak tl dahuluk apela katak presiza movimentu nasional ida ba kombate kkn. Nunee mos ts hanesan media ne'ebe sempre konsistente hodi apoiu inisiativa pm iha loron 29/05/07 tuku 17.00 otl iha kampana eleitoral dahuluk iha lospalos dhan, "se mak nauk 50 centavuz sai, servisu lahatene sai." tan nee duni iha edisaun segunda oin ts sei ajuda publika noticia kona ba "fornecimentu mina edtl governu hili sosa folin karun habokur kompana sunshine povu lakon us$450,000.00." segundu istoria "16 juta ba pakote referendum harii lina eletricidade sek januario konfuzu publiku kompanya ayam potong," no terseiru storia mak, "governu hafolin foos mtci liu 83 miloens maibe povu halerik buka foos." noticia ts sei fo sai faktu balun nebe ema barak hatene ona maibe mos sei haksumik ba ema barak. Atu hatene klean liu tan favor ida sani imi nia ts. Ts la koko komisaun kak nebe sei kosok maibe ajuda vitamin.

Monday, 14 December 2009

Xanana Hili Adérito Kombate KKN Opozisaun kontra hodi foo tempu Haburas KKN

TEMPO SEMANAL TV

Dala tolu ona maka Parlamentu nasionál la konsege ezerse sira nia funsaun tan ba Maioria Membru Parlamentu nasionál husi bankada Fretilín falta ka la marka prezensa iha plenária tuir lei ne'ebé sira rasik maka aprova kona ba eleisaun komisáriu ba KAK. Xefe bankada PUN, Deputada Fernanda Borges lamenta ho situasaun ne'e. Tuir planu Parlamentu sei diskute hikas opsaun ba eleisaun komisáriu KAK ninian. Hanesan membru parlamentu ida haktuir ba jornál ne'e katak PN sei hare nafatin dalan atu partidu opozisaun hola fatin maibé, “se maka sira la kohi tuir entaun ami tenke halo mudansa ba lei. Tan ami iha opsaun rua de'it ona ida Fretilín muda sira nia pozisaun ou ida seluk ami sei halo mudansa ba lei KAK husi maioria absoluta ba maioria simples hodi hili tiha komisáriu ida para tau matan netik ba KKN iha governu ninia laran. Se lae partidu opozisaun maka loron-loron kanta hela de'it korrupsaun maibé sira la iha boa vontade,” informa deputadu ida husi bloku AMP ne'ebé husu atu labele foo sai lai ninia naran ho partidu.
Tuir lei Parlamentu nasionál ninia deputadu sira presiza ezerse sira nia funsaun ho votu demokrátiku bele kontra ka a favór maibé daudaun parlamentu nasionál halo esforsu dala tolu ona no tuir deputada PUN katak, “Parlamentu nasionál hahú lakon atu servisu hamutuk hodi luta kontra korrupsaun no tane aas interese povu nian nu'udar interese nasionál ida,” dehan deputada Borges ba jornál Tempo Semanál iha Dili (10/12)

“Parlamentu nasionál la iha seriedade atu luta kontra korrupsaun maibé ita kria fali obstakolu ba eleisaun komisáriu ne'ebé forte hanesan Adérito de Jesus Soares.”
Deputada PNU ne'e deskonfia Fretilín ta'uk atu Timor Leste iha komisáriu ida ne'ebé forte hanesan Adérito de Jesus Soares tan ba tuir lei ninia rekizitu DR. Soares prienxe kritériu hotu.

“Ha'u hanoin sira ta'uk karik komisáriu ne'e forte duni atu halo investigasaun ba alegasaun korrupsaun sira ne'ebé mosu iha governu Fretilín ninian no governu agora ninian moos.”

Tuir lei KAK ninia Governu maka indika kandidatura ba komisáriu KAK no aprezenta ba parlamentu nasionál hodi halo votu nomeasaun maibé presiza prezensa trés kuatru deputadu sira. Maibé Fretilín uza lei ida ne'e hodi husi korrupsaun nani livre tan ba dezde lei KAK aprova iha Parlamentu nasionál ho votu s maioria automatikamente Provedoria dos direitu s umanu s moos para kedan atu simu keixa kona ba korrupsaun ninian. Nune'e duni fulan tolu ona Parlamentu nasionál taka odamatan Provedoria atu atende keixa KKN iha TL. Nune'e deputada Fernanda deskonfia katak bankada Fretilín indireitamente loke dalan ba haburas korrupsaun iha TL. “Fretilin hakarak husi vaka ida ne'e hanesan moos loke dalan ba haberan Korrupsaun iha TL, tan enkuantu parlamentu aprova lei KAK proderia moos la autoriza ona atu simu keixa korrupsaun ninian,” dehan deputada ne'e.

“Ha'u hanoin ita agora iha situasaun atrapalla nia laran tan desizaun la'ós ona bazeia ba lei s no regra s ninian maibé agora bazeia fali ba polítika pasadu entre Fretilín, Fretilín Mudansa ho CNRT. Nune'e nasaun ne'e ita atu lori loos ba ne'ebé?”

Deputada ne'e moos informa ba Tempo Semanál katak tuir buat ne'ebé nia hatene sei mosu dalan rua de'it atu hodi rezolve situasaun ne'e maka, “Fretilín muda sira nia pozisaun hodi kolabora atu marka sira nia prezensa ou deputadu AMP sira sei halo mudansa ba lei KAK ho prezensa trés kuatru (49) tun ba maioria simples ho 33 deputadu.”

Iha loron 4 fulan Dezembru dadeer tuku 10.00 koru plenária la to'o nune'e Fernando Lasama muda sesaun ba lokraik tuku 15.00 maibé la hetan nafatin koru maka muda ba iha loron kuarta (09/12) mas aat liu tan ba deputadu sira barak liu maka falta.

Iha Kuarta Dadeer Kadeira ne'ebé partidu polítiku sira hadau malu iha eleisaun 2007 hodi soran povu ate sunu malu uma ne'e barak maka sei mamuk la'ós tan ba povu seidauk hili sira nia reprezentante maibé hafoin hetan tiha fiar husi povu deputadu sira dala barak hare liu ba interese partidária no individuál duke tane aas povu no nasaun ninia interese. Fretilín ezije atu governu ho parlamentu viola lei KAK artigu 7 mak determina kona ba komisáriu KAK, alínea 1, ne'ebé dehan,”

komisáriu ne'e aponta husi Parlamentu nasionál bazeia ba rekomendasaun husi governu....” nune'e moos tuir artigu 34 define kona ba apontamentu ba komisáriu dahuluk dehan, “hafoin de loron 60 halo publikasaun ba lei ne'e, governu tenke rekomenda eleisaun ba komisáriu ne'e mai parlamentu nasionál.”

Hafoin de soru mutuk ho bankada parlamentár sira Lasama informa ba públiku liu husi jornalista sira katak, “Ami ko'alia kona ba lei, lei hateten klaru, katak governu maka aprezenta kandidatu mai i ami ko'alia moos kona ba konteúdu lei ida ne'e. Lei ne'ebé atu regula servisu komisáriu ba komisaun Anti Korrupsaun ninian ke forte tebetebes. Nune'e duni Lasama hein katak hafoin aprova tiha lei renumerazasaun ba majistradu no defensór públiku, deputadu sira husi opozisaun moos bele tuur hamutuk iha plenária laran hodi prienxe 49 deputadu s tuir lei hateten para nune'e sira bele ba iha votasaun. Presidente PN ne'e hateten katak deputadu sira maka bele hanorin demokrasia ba povu liu husi sira nia prezensa iha pn hodi dehan lae ou hakarak ba kandidatura DR. Adérito ninian.

Iha lei KAK la alínea ruma maka temi netik atu hili komisáriu ida presiza iha negosiasaun no diálogu tan ba la konkorda ho proposta ulun boot governu ne'ebé kandidata DR. Adérito de Jesus Soares ulun boot KAK ninian. Hare ba lei ne'ebé deputadu sira ne'e rasik maka diskute no aprova hatudu momoos katak PM Xanana la'o tuir duni lei KAK ninian hodi propoin ema maka tuir kritériu lei ne'e haruka. Deputadu sira maka halo lei karik haluha hodi sani hikas lei KAK ninian maibé lei ne'e la sita uitoan moos kona ba Governu Propoin no presiza atu halo konsulta ka negosiasaun ho partidu opozisaun. Tuir fonte s Tempo Semanál ninian bankada Fretilín hakarak obriga Governu hodi viola lei KAK.

Husu kona ba deklarasaun Xefe bankada Fretilín ne'ebé dehan Governu hakarak impoin de'it ninia hakarak ba Parlamentu Fernando Lasama (04/12)hateten katak, “ha'u hanoin ko'alia ba malu, buat ne'e la'o i la iha regulamentu ofisiál ida katak buat ida lobi ne'e liu husi karta formais ba malu. Maibé loro-loron governu hamutuk hela iha parlamentu ida ne'e. Liu-liu durante orsamentu mai iha ne'e no ita nia Dili ne'e ki'ik oan hela ita bele ko'alia ba malu. No iha prosesu uluk la ko'alia agora ita atu rezolve ita nia problema ko'alia fali ha'u hanoin ne'e injustu boot ida I ha'u bele hateten katak hanoin ida ne'ebé la iha responsabilidade.

Lasama esplika kona ba atitude Membru Parlamentu bankada Opozisaun ne'ebé sempre halo deklarasaun iha Plenária maibé atu deside Komisáriu KAK la marka prezensa iha Parlamentu nasionál ne'e hatudu katak buka politiza de'it KKN nia dehan, “ ha'u hanoin se hanesan ne'e bainhira maluk sira iha tempu ita atu deside kona ba instituisaun ida para servisu duni, foku s duni ba buat ida kona ba korrupsaun ninian deputadu sira la marka prezensa ha'u hanoin katak afinál buat ne'ebé durante ne'e ko'alia ko'alia ne'e hanesan afirmasoens polítika de'it. Maibé atu tau ba pratika atu kombate loloos ne'e deputadu sira lakohi fali. Mas ha'u tenta hein tan too orasida trez oras sira bele marka sira nia prezensa.

Iha plenária Fernando De Araújo refere ba artigu 7 ne'ebé define kona ba Komisáriu, alínea 1 ne'ebé dekreta katak komisáriu ida dezigna da husi Parlamentu nasionál, tuir proposta husi Governu, ne'ebé presiza deputadu maioria absoluta maka presente, pelu menus, trés kuatru husi deputadu sira ne'ebé maka iha efetividade halo hela sira nia funsaun,... “Lei hateten tenke iha 49 deputadu presente depois maka ita bele la'o ba eleisaun. Ne'ebé husu Sr. Deputadu s, Sr. Prezidente das bankada parlamentár atu ajuda kontaktu membru sira, deputadu sira atu marka prezensa iha ne'e. Asuntu ida importante, ita hakilar malu dala barak ona. I ba bankada seluk sei iha ka hakarak aprezenta kandidatu seluk ne'e moos la'ós kompeténsia parlamentu ninian. Lei hateten governu maka aprezenta i mai iha parlamentu atu vota ka atu halo eleisaun iha parlamentu nasionál.

Ne'ebé ami foo tan mea oras atu kontaktu deputadu sira, atu mai marka prezensa, mea oras tan.

Solusaun tenke iha ba situasaun ida ne'e. Se lae ita hakilar malu, hakilar malu saugati de'it mas ita rasik la iha korajen atu hasoru no kombate buat ida naran korrupsaun loloos.

Lei parlamentu ka Deputadu sira maka halo tiha ona. Lei ida ke akomodativu, lei ida ke nakloke atu bankada hotu-hotu tenke partisipa tuir devér morál, devér polítika maibé too oras ne'e daudaun seidauk iha 49 deputadu s iha uma fukun ne'e ninia laran.

Tan ba ida ne'e dala ida tan ho haraik aan husu ajuda ba prezidente das bankada atu sira nia membru ke balun moras karik iha ne'e iha klínika, bele lori mai. Ou ita bele haruka ita nia médiku parlamentu ninian ba tula bele lori mai para ita bele ultrapasa tiha ka rezolve tiha situasaun ida ne'e.

Se lae ita hanoin ataka, ataka malu tuir dalan polítika de'it maibé la iha pasu konkretu atu rezolve problema nasaun ninian. Bankada ASDT ninia falta na'in haat maibé ida baixa hela iha ospitál, prezidente bankada halo favór. Bankada Fretilín foin maka na'in tolu. Ne'e responsabilidade nasaun ninian nune'e hanoin tuir estadu no hanoin ba interese nasionál maka ha'u husu dala ida tan ba Prezidente bankada sira atu kontaktu nia membru sira. Tempu mea oras tan.

Iha plenária PN Xefe bankada Fretilín Aniceto Guterres dehan, “ se sesaun ne'e loke ona ami bele intervein. ami na'in tolu be iha ne'e ona ami bele intervein. Ami hakarak ko'alia Sr. Prezidente atu hato'o ami nia justifikasaun.

Bainhira Prezidente Lasama atu foo intervalu minutu tolu nulu hodi foo tempu ba xefe bankada sira hodi bolu ninia maluk deputadu sira seluk husi sira nia partidu hodi hola fatin iha plenária Sr. Deputadu Aniceto Guterres foti liman halo pontu de orden no buti lakan lampu mikrofone hodi hateten, “pontu de orden sr. Prezidente. Lasama moos espontaneidade hataan, “halo favór Sr. Deputadu.” Deputadu Guterres ezije atu foo justifikasaun hodi dehan, “ha'u hakarak dehan katak ami nia deputadu la mai, ne'ebé ami hakarak halo justifikasaun agora. Se ida ne'e lakohi foo prontu obrigadu, ne'e ita boot ninia kompeténsia,” dehan Guterres ho deputadu Rui Meneses ne'ebé tuur iha ohin liman ba hasan hodi fihir ba Xefe Bankada Fretilín ne'e ninia diresaun.

Bainhira Lampu Aniceto ninian seidauk mate maibé deputadu PD ne'ebé tane hasan fihir Aniceto ninia jeitu fila oin derrepente ba meza Prezidente hodi foti liman foo sinál pontu de orden tan maibé Lasama hili foo uluk fali ba deputada Cipriana foo ninia interpretasaun ba lei KAK dehan, “Sr. Prezidente, lei ne'e dehan atu ba votasaun ne'e maka ita iha koru 49, mas atu inisia ba ka komesa ita nia ajenda ne'e ita bele introdús buat ruma antes, ne'e la iha buat ida. So atu tama ba eleisaun ne'e maka konfere ho 49 deputadu Sr. Prezidente. Ne'ebé ha'u hanoin katak iha tempu para ita bele ko'alia buat ruma iha oportunidade ida ne'e.”

maibé Deputadu Adérito Hugo da Costa husi bankada CNRT defende atu meza parlamentu labele viola lei tuir Fretilín ninia lasu. “Ha'u hanoin ita lei ba komisáriu KAK ninia kritériu klaru tebe-tebes. Tenke 49 maka ita hahú loke. Tan ne'e maka ha'u sente asuntu atu halo esplikasaun saa ida de'it i kobertura ba eleisaun ida ne'e tenke hein koru ne'e.

Deputadu Rui Meneses moos re alsa ninia belun Adérito ninia interpretasaun kona ba Lei KAK ninian. “Hanesan bain-bain ita bele koru ona entaun ita bele halo intervensaun. So ke ida ne'e ohin ajenda espesiál no estraordinária, nune'e la iha períodu antes orden do dia. Segundu , hanesan maluk deputadu sira ohin dehan, se ita iha koru 49 deputadu ita bele hahú eleisaun ne'e por sekretu, la iha tan deklarasaun votu ka deklarasaun polítika. Terseiru, Deputadu sira ne'ebé la mai moos tuir rejimentu tenke hato'o justifikasaun falta. La'ós bankada ida maka ba fali justifika ba deputadu sira maka barak la halimar ne'e atu la mai, ne'e ita nia rejimentu la foo ida ne'e. Ne'e se ita koru ona ita bele hahú ba halo eleisaun ona. Ne'e la'ós hanesan bain-bain ita halo votasaun hasa'e liman ka hi'it liman. Ne'e la'ós.

Hafoin Rui Meneses ko'alia Lasama foo minutu 30 ba xefe bankada sira atu bolu sira ninia membru maibé rezultadu maka la mai nafatin tan ba tuir fonte s jornál ne'e ninia katak Fretilín boikota ona kandidatura Adérito de Jesus Soares ninian ba komisáriu KAK ho la marka prezensa iha Plenária.

Maibé antes de sesaun hahú Aniceto Guterres iha inter vista ho Tempo Semanál iha Uma Fukun Parlamentu nasionál hateten katak a nivel bankada Fretilín partisipa maibé deputadu sira seluk la partisipa ne'e kestaun seluk. Bainhira tenta atu konfirma kona ba karik partidu Fretilín foo ona orden ba ninia deputadu atu labele partisipa iha eleisaun komisáriu KAK ninian, Aniceto konfesa dehan, “klaru.., klaru..ne'e ami rejeita buat ida ne'ebé...,”Aniceto la konsege esplika klaru.

Maibé nia muda lia fuan ko'alia ho oin hirus doko an ba karuk no loos dehan katak, “Se hakarak konsensu s ita konsensu s. Mas konsensu liu husi prosesu ida. Tenke ita ko'alia ba malu. Tenke iha diálogu. Tenke iha negosiasaun. Se laiha diálogu, la iha negosiasaun komu ke ita bele hetan konsensu. Entaun signifika ke ida ne'e hanesan kandidatu ka proposta ne'e hanesan atu impoin de'it. Se hakarak impoin de'it entaun problema sira nian. AMP nian. Problema Governu nian.”

hataan kona ba deklarasaun parte balun ne'ebé dehan katak preokupasaun parte Fretilín ninian maka ta'uk kuandu KAK susesu sei foo basa boot ida ba sira nia partidu no aumenta pontu s ba PM Xanana hodi manan eleisaun 2012. Tuir Agostu, Estudante UNTL ne'ebé dehan ninia família s barak liu apoiu partidu Fretilín ne'e dehan, “DR. Adérito ne'e la ta'uk buat ida no nia bele de'it halo gebrakan kona ba KKN entaun sei reforsa liu tan Xanana iha eleisaun mai no Fretilín dala ruma sei hemu bee tan.

Maibé DR. Aniceto hataan katak, “Fretilín halo polítika ne'ebé onestu. Ko'alia korrupsaun ne'e para kombate korrupsaun. No mínimu tenke iha asaun ne'ebé sériu. Maibé ko'alia kombate korrupsaun ne'e la'ós de'it ho hari komisaun KAK ho tau komisáriu ida. Maibé sistema sira seluk la funsiona, la iha transparénsia, la iha a kontabilidade no la iha vontade polítika sei la la'o. Ne'e dezde uluk ami ko'alia tiha ona. Mas kuandu susesu ne'e susesu ita hotu nian. Timor Leste ninian. Ba interese povu ninian tan ba korrupsaun ne'e ema knauk osan no osan ne'e povu ninian. Ami hakarak ne'e susesu. Maibé ....ami kestiona mak ne'e, se ita hakarak konsensu maka konsensu. Konsensu ne'e ita tenke tuur hamutuk, diálogu no negosiasaun para bele hetan konsensu.”

Aniceto deklara katak, “A nivel bankada seidauk iha aseitasaun polítika too agora. Bainhira tenta konfirma hikas karik Fretilín la aceita ho Aderito de Jesus Soares tan ba brani dehan lider partidu Fretilín rasik Aniceto realsa, “seidauk iha aseitasaun polítika.”

Karik tan ba razaun moos maka bankada Fretilín la marka Prezensa Aniceto dehan, “Pois la marka prezensa ne'e kestaun seluk ona. Tan ba kestaun la iha aseitasaun polítika ida ne'e. A nivel Bankada ami partisipa nafatin. Tan ba ne'e maka ami deputadu balun iha ne'e. “

Bainhira husu karik la iha aseitasaun polítika ba kandidatura ba kandidatura Governu ninian ne'e tan DR. Adérito la iha kapasidade ka la prienxe kritériu maibé Aniceto la responde Pergunta s ne'e loloos. Nia dehan ho diplomasia katak, “Ohin ha'u dehan tiha ona katak lei ne'e dehan tau trés kuartu ho motivu ida atu obriga parte hotu-hotu tenke foo nia aseitasaun ba komisáriu. Mas se agora prosesu ne'e hanesan atu impoin ba malu de'it prontu ne'e kompeténsia imi nian, governu nian. Hakarak impoin saa impoin ba. Ami moos labele, Fretilín moos labele hetan presaun. Se presiza Fretilín nia prezensa prontu tenke ko'alia.

Bainhira husu seriedade Fretilín atu kombate korrupsaun maibé la partisipa iha eleisaun Komisáriu ne'e hanesan dada tempu hodi foo fatin ba korrupsaun buras nafatin eis Komisáriu Verdade no amizade ne'e dehan, “Ami durante ne'e ko'alia tiha ona. Ami ko'alia barak-barak ona katak iha kazu korrupsaun barak-barak. Ema iha kintu kantu ko'alia kona ba korrupsaun. Ita akompaña embaixadór Austrália hasai nia statement katak iha inesperiénsia, katak iha osan doasaun kuaze 100 millaun doasaun husi Austrália ninian, ne'ebé lakon ita la hatene ninia paradeiru, ne'e la'ós ha'u maka dehan embaixadór Austrália maka dehan. Ida ne'e foin Austrália ninian. Ita hatene katak agora daudaun ne'e ita hetan doasaun barak-barak husi nasaun barak-barak. Hatudu tan dala ida katak agora ema hotu-hotu rekoñese korrupsaun ne'e barak. Kestaun agora la iha vontade polítika. Sr. Xanana buka proteje ema ne'ebé hetan alegasoins. Se ita kontinua hanesan ne'e instituisaun KAK ka ou komisáriu ida ne'e potensiál kuandu mais Komisáriu ida Pro Xanana sei la kombate korrupsaun.”

Tuir Aniceto dehan Adérito Pro Xanana. “Klaru, se nia propoin nia. Ita hakarak hatene Adérito nia afiliasaun polítika saa ida,” Aniceto ko'alia ho oin hirus kahur ho piada s ba eis Xefe Bankada Fretilín iha Asembleia konstituinte ne'ebé úniku eis membru asembleia Konstituinte no Membru Parlamentu nasionál ne'ebé nunka preokupa ho ninia pensaun.

Husu Aniceto ninia komenta kona ba Deputadu AMP balun ne'ebé dehan sira espera DR. Adérito maka iha barani atu halo esforsu hotu-hotu hodi hahú kaer uluk maka ema boot sira ne'ebé hetan alegasaun iha governu uluk too mai governu agora nian tan ba razaun ida ne'e maka Fretilín rejeita ninia kandidatura. “Ne'e di'ak liu tan. Ami gosta maka ida ne'e,” Aniceto ko'alia ho oin hamnasa sadik. Nia kontinua hateten katak, “be sira dezde kampaña CNRT no AMP ninian ne'e, uluk sira halo alegasoins Governu Fretilín ninian. Tan ba ida ne'e maka hakarak hatún Governu, hakarak hadau podér. Ate atu hadau podér hamosu tan krize 2006. Sira hahú reforma. Sira promete katak atu ka'er hotu korruptor Fretilín nian sira ne'e. Be too ohin loron nein ke se ida ka'er ne'e tan ba saa ida? Sei hein saa ida? Prontu...ohin ha'u ko'alia hanesan Xefe Bankada, Fretilín prontu atu hetan investigasaun husi see see de'it. Husi KAK ka husi ne'ebé de'it, prontu. Agora ami hein katak komisaun anti Korrupsaun, Adérito ka komisáriu see see de'it, la'ós Adérito de'it, kualkér komisáriu ami prontu atu atende se nia hakarak halo investigasaun. Maibé labele taka moos ida AMP ninia agora.

Iha fatin hanesan Deputadu Arsénio Paxao Bano konsidera katak komisaun anti Korrupsaun importante tebes-tebes tan ne'e presiza ema ne'ebé forte. “Ami konsidera komisaun Anti Korrupsaun ne'e hanesan komité importante tebes ida maka ami presiza ema ida ne'ebé forte, iha kometimentu, efetividade nune'e bele halo servisu ne'e loloos. Bano deskonfia katak DR. Adérito ladún la iha barani atu ka'er komisaun ne'e. “Ami lakohi atu tau ema ida ne'ebé labele halo kritika hasoru Xanana, ka sei la halo investigasaun ba Xanana ka la konsege investiga ministru sira seluk. Ha'u la fiar katak iha ema ruma ona iha nasaun ne'e maka ezerse ona kbiit ne'e.

Vise Prezidente Partidu Fretilín ne'e la dehan ninia partidu la preokupa ho susesu komisaun anti korrupsaun ne'ebé sei foo liu tan pontu s ba Xanana hodi manan eleisaun iha 2012 no nia ne'e katak ninia partidu la pre okupa ho AMP ninia propaganda ne'e. “Ami so preokupa de'it maka presiza ema ida ne'e iha korajen atu investiga Xanana,” dehan Bano.

Bainhira husu karik sira iha kandidatu alternativa ruma ba Governu ninia kandidatura maibé Bano Komplika ninia an katak, “Ami iha kandidatu maibé ami la iha podér atu aprezenta kandidatura nune'e duni Governu Presiza negoseia ho ami.”

Maiske nune'e tuir fonte s jornál ne'e ninia iha partidu Fretilín ninia laran hateten katak, “Fretilin hakarak DR. Sebastião Dias Ximenes. Ami hanoin ema ne'e hatudu ona ninia kapasidade no nia bele ona.” Fretilín moos la aseita DR. Adérito tan ba sei hirus ninia deskonfia katak nia envolve iha Fretilín mudansa hodi lori partidu Fretilín ba tribunál rekursu iha 2006. Maibé tuir observadór balun ida ne'ebé husu atu jornál ne'e labele tau ninia naran dehan, “Fretilín ta'uk liu-liu maka Adérito susesu kaer korruptu sira iha governasaun Xanana ninia entaun Xanana duni maka hetan pontu s. Ne'e Fretilín sei hasoru dezafiu boot liu iha 2012. Ne'e mak preokupa sira barak liu.”

Friday, 4 December 2009

Prime Minister Xanana Gusmao Proposes that Aderito de Jesus Soares Head Anti-Corruption Commission


Aderito de Jesus Soares - Prospective Anti-Corruption Boss for Timor-Leste

 Prime Minister Xanana Gusmao has proposed that Aderito de Jesus Soares formerly a FRETILIN Member of the Constituent Assembly 2001-2002 lead the new Anti-Corruption Commission.  Much of this Comission's new work will be investigate allegations of corruption taking place inside the Prime Minister's Government.

During the final session to approve the 2010 National Budget the President of the National Parliament, Fernando Lasama announced that Parliament would hold a special session on the morning of 4 December to vote on whether or not Aderito de Jesus Soares should become the new Anti-Corruption Chief in Timor-Leste and head the new Anti-Corruption Commission.

The Anti-Corruption Law give the right to the Government to propose candidates and for the Parliament to vote on those candidates.  However, Prime Minister Gusmao only sent Soares' name to the National Parliament.  Soares made a respected name for himself many years ago by among other things refusing to bow down to certain instructions by the Secretary General of FRETILIN, Mari Alkatiri.  Soares also refused to participate at the request of ex-President Xanana Gusmao to be a Commissioner on the Timor-Leste and Indonesia Truth and Friendship Commission which failed to bring justice for the victims of human rights violations in Timor-Leste between 1975 and 1999.


Soares is currently completing a PhD at Australian National University in Canberra Australia, but it seems almost certain he will return to Timor-Leste to the growing disease of corruption in Timor-Leste.