Thursday, 19 May 2011

MEMAKNAI HARI KEMERDEKAAN

Opinian husi:
Gaspar Viegas 
Estudante UNIKOM, 
Bandung Teknik Informatika

Sembilan tahun yang lalu tepatnya Tanggal 20 Mei 2002 Timor Leste Resmi menjadi negara yang Berdaulat dan setiap tanggal 20 bulan Mei kita memperingati hari kemerdekaan negeri kita, ada  Pertanyaan klasik tapi selalu relevan untuk dipertanyakan:Apakah kita sudah benar-benar merdeka?


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, MERDEKA artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dll; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa. Dari definisi ini, mari kita bertanya kembali: apakah kita sudah benar-benar merdeka?


 Kita memang sudah merdeka dari penjajahan secara fisik. Namun kita harus sadar bahwa kita sekarang ini sebetulnya masih terkungkung dan terbelenggu oleh penjajahan yang bersifat nonfisik.
Negeri kita adalah negeri yang kaya dengan berbagai macam sumber daya alam, baik yang terpendam didalam tanah, diatas tanah, maupun yang ada di lautan kita yang luas. Namun semua itu seolah-olah tidak ada bekasnya. Negara-negara kapitalis telah mengeruk dan mengeksploitasinya. Kapal-kapal asing dengan leluasa menjarah hasil lautan kita. Bahkan penjajahan sistem dalam negeri kita sangat terasa. Apakah ini yang disebut kemerdekaan?

Secara politik, apakah negara kita juga sudah benar-benar merdeka dan berdaulat? Betapa seringnya kita tidak berani untuk mengambil sikap dan keputusan politik yang benar-benar kita mau karena takut dengan bayang-bayang hegemoni asing. Demikian pula berbicara soal martabat, apakah negara kita punya martabat di mata dunia? Silakan Anda jawab sendiri.

Bentuk lain dari penjajahan gaya baru, yang bersifat nonfisik, adalah penjajahan opini. Para penjajah baru yang berusaha melanggengkan kekuatan kapitalisme global dalam rangka menguasai dunia, termasuk menguasai negeri kita, telah mensosialiasikan dan mempermainkan berbagai macam isu untuk memuluskan agenda-agenda mereka.

Disamping itu, yang tidak kalah hebatnya adalah penjajahan budaya. Kita telah melihat dengan mata kepala kita sendiri bagaimana budaya-budaya asing yang hedonis, materialis, dan merusak telah merasuk dan menjadi gaya hidup bangsa kita. 

Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah :  Merdekakan Diri SendiriSegala yang besar berasal dari yang kecil. Agar bangsa ini bisa benar-benar merdeka, setiap orang terlebih dulu harus memerdekaan dirinya sendiri. Diri kita disebut merdeka jika tidak menghambakan diri kepada sesuatu pun Jika diri kita masih terbelenggu, terkungkung dan diperbudak oleh  hawa nafsu, harta benda, kekuasaan, dan sebagainya maka itu berarti kita masih belum merdeka. Kita masih terjajah!

7 comments:

Anonymous said...

ita Ukun rasik Aan ona.
maibe seidauk ukun Aan rasik.

Francisco Vital Ornai said...
This comment has been removed by the author.
Francisco Vital Ornai said...
This comment has been removed by the author.
valentino said...

Bagus sekali artikel anda, bagaimana rekomendasi anda atas kekurangan ini.

Gabriel Locatelli said...

Menurut pendapat saya,,,memang secara fisik kita telah dinyatakan namun sebalik masyarakatlah yang menyadari betapa pentingnya kemerdekaan Untuk Timor Leste tapi bagaimana Mungkin UN (United Nation)Bisa mengankat kaki dari Timor Leste atau menghakhiri tugas Mereka ketika masyarakat Timor Leste Belum menyadari arti kehidupan yang sekarang sedang di alami oleh masyarakat tersebut..dan..yang masih menaruh dendam terhadap sesama. kalo memang kita ingin mengatakan secara fisik ia kita telah merdeka namun betapa susahnya masyarakat menyadari arti kehidupan yang sebenarnya...bahwa janglah kita menaruh dendam terhadap sesama itulah menyebabkan kita tak bisa mengambil suatu yang pasti,,,,dim

ROJER RAFAEL TOMÁS said...

Artikel saudara memeng mengandung significasi yang mendalam. saya setuju 100% dengan sudut pandang suadara.Artikel suadara hanya menunjukan bahwa saudara sangat menyadari situasi politik, social dan economi di dalam negara kita. Mennunjukan pula bahwa saudara menyakuti perubaham dan perkembangam dunia dalam soal bermacam-macam. Saya pikir generasi muda mestinya punya pikiran dan sudut pandam yang kritis dalam menpertanhankan dan menbela sumber daya alam kita terhadap kapitalis barat yang selalu berusaha untuk mempengaruhi lider dan mencuri hasil rempah rempah kita. Jadi para generasi muda harus bertindak dan memberi kontribusi untuk bembela sumber daya alam kita.

John SMAS. said...

Refleksi Sdr. Gaspar sangat menarik dan inspiratif dan memang secara fundamental seharusnya seperti. Jadi setiap individu harus memerdekakan dirinya sendiri dulu sebleum memerdekakan org lain karena apapun alasan setiap orang tidak akan pernah sama dlm hal keinginan, kesukaan, rasa,kemauan, kepercayaan, pemikiran meskipun berasal dari setali keluargapun. Karena kaki, tangan, kepala, mata, mulut tdklah sama. Jadi apaun ide-ide yg kritis, konstruktif, ideal, analitik tanpa tindakan nyata tdk akan pernah ada perubahan. Ingat bahwa Thomas Alva Edison melakukan 1000x percobaan utk. menemukan listrik jadi sudah berapakah percobaan yg telah kita lakukan bahkan utk.memperbaiki diri sendiri sebelum membantu org lain?? Bravo!@@&&$$$